Materi Seminar Parenting "Bersinergi Mewujudkan Generasi Milenial Berkarakter Islami"

Arka Atmaja | Maret 05, 2018 | 0 komentar


Hari: Sabtu, 3 Maret 2018
Pukul: 7.30 12.30
Tema: Bersinergi Mewujudkan Generasi Milenial Berkarakter Islami
Pembicara:
1. Dr. Sukro Muhab M.Si (Ketua Dewan Pembina JSIT Indonesia)
2. Solikhin Abu Izzuddin (Penulis buku Zero to Hero)

Ringkasan Materi

"Aku menjumpai orang awam yang tidak berpendidikan tinggi tetapi mereka mendidik anaknya dengan penuh keseriusan. Ternyata orang tua mencatat kesuksesan yang luar biasa dalam mendidik anak-anak." (Doug Payne, dalam buku Bukan Aktivitas Rutin)

Orang tua tak boleh lupa, bahwa penting sekali memberikan bekal kepada anak yang meliputi tiga hal, yaitu zikir, pikir, dan skill.

Keluarga muslim harus memiliki 4 fungsi strategis, yaitu:
1. Fungsi rekreatif (baiti jannati)
2. Fungsi investasi (maa ta' buduna mimba'dii)
3. Fungsi regenerasi
4. Fungsi kepemimpinan (muqimassholah)

Sebagai orang tua, yang dapat kita lakukan terhadap anak-anak antara lain:
- safety
- tender loving care
- motivation
- reward
- sentuhan

Saat ini kita menghadapi generasi milenia, yang merupakan bentuk revolusi industri. Pada masa ini, tantangan kita ke depan di antaranya:
- ancaman global
- kompetensi segala bidang sangat ketat termasuk iptek
- lemahnya pertahanan
- narkoba, pornografi,internet
- sekuleriame, liberalisme, materialisme
- merosotnya moral, rasa ketidaknyamanan psikologi, kehancuran ekologi dan generasi
- seks bebas, game online, konflik orang tua dan saudara

Kita selalu memohon perlindungan Allah atas anak kita dari hal-hal tersebut.

Anak selalu punya keinginan, impian, dan cita-cita. Tugas sebagai orang tua adalah mengarahkannya. Sebagai contoh, jika anak menginginkan HP atau sejenisnya, hal-hal berikut yang bisa kita terapkan.
- Orang tua harus punya prinsip bahwa HP bukan hak kepemilikan anak, anak boleh hanya sebatas pinjam saja. 
- Gunakan HP untuk komunikasi dan belajar.
- Dampingi saat anak menggunakan HP.

Generasi yang orang tua inginkan adalah generasi yang salih, kreatif, terampil, inovatif, siap memimpin, dan sukses dunia akhirat.

"Tiap-tiap yang jiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari api neraka dan dimasukan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Q.S. Ali Imran [3]: 185)

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka mengucapkan yang benar." (Q.S. An-Nisaa' [4]: 9)

Ada 6 poin yang harus kita siapkan sejak sekarang:
1. Sucikan dan hidupkan hati
2. Ibadah, zikir, dan berdoa
3. Kepribadian dan jasadiyah
4. Wawasan keislaman dan shirah
5. Penguasaan iptek, ekonomi, sosial, dan budaya
6. Kepemimpinan, kenegarawan, dan kebangsaan

Beberapa solusi untuk generasi kini berdasarkan perannya dalam sentra pendidikan adalah:
1. Dari orang tua: sosial, proteksi, religius, dan edukatif
2. Guru: optimlisasi potensi, kreatif, inovatif, dan kepribadian
3. Masyarakat: amar ma'ruf nahi mungkar dan lingkungan kondusif

Sikap kita terhadap anak:
Usia 0-7 tahun, anggap dia sebagai raja
Usia 8-10 tahun, ajak anak dengan aturan-aturan/tata tertib
Usia 11-17 tahun, ajak anak dengan partisipasi
Usia 17 tahun ke atas, anggap kita sebagai temannya

Sebagai penutup, berikut petikan nasyid dari Inteam berjudul Guruku.

Guruku
Kau penyuluh hidupku
Menerangi alam ini
Kau kuanggap sebagai Ibu Bapakku

Wahai guruku
Kau ibarat sebatang lilin
Menerangi alam kegelapan
Kau sanggup membakar dirimu 

Wahai guruku
Kau insan mulia
Mendidik dan membimbing daku
Kau insan yang kusanjungi

Guruku segala nasihatmu
Akan kubalas dengan kejayaanku
Akan kubuktikan kepadamu wahai guruku

Category:

Yayasan Bakti Ibu:
Hubungi Kami : JL. Kiyai Haji Thohir Gg. Sunan Kalijaga, Semarang, Indonesia Telp : 085641023867

0 komentar