Ratusan Siswa SDIT Harapan Bunda Ikut Infaq Penggalangan Dana Peduli Palestina

Arka Atmaja | Agustus 07, 2017 | 0 komentar


Sekolah Dasar Islam Terpadu Harapan Bunda mengadakan aksi solidaritas Palestina dengan melakukan penggalangan dana yang diikuti oleh sekitar 800 siswa-siswi, Senin, (31/7).

Aksi solidaritas Palestina diawali dengan drama teatrikal mengenai penindasan Israel terhadap masyarakat Palestina.

Anjar Setyowati merupakan kepala sekolah SDIT Harapan Bunda mengatakan, aksi solidaritas Palestina untuk menggugah rasa kepedulian anak kepada sesama. Menurutnya aksi ini juga bagian dari penguatan pendidikan karakter.

"Aksi Solidaritas Palestina kami adakan untuk menggugah rasa kepedulian dari siswa-siswi agar peduli kepada sesama khususnya kepada sesama yang muslim. Kegiatan ini juga bagian dari penguatan pendidikan karakter siswa yang selama ini disosialisakan pemerintah," ujar Anjar Setyowati di SDIT Harapan Bunda di Jalan KH Thohir gang Sunan Kalijaga X Pedurungan Semarang.

Ia menambahkan aksi tersebut digelar secara spontan dari para guru dan ia juga berharap pemerintah Indonesia dapat membantu dan peduli terhadap rakyat Palestina.

"Saya berharap agar pemerintah Indonesia dapat membantu dan peduli terhadap rakyat Palestina yang ditindas. Kami para guru mengadakan ini secara spontan terfikir pada dua hari yang lalu kemudian kami cepat persiapkan aksi ini," tambahnya.

Dalam Aksi Solidaritas Palestina, siswa-siswi memberikan infaq yang nantinya akan disumbangkan ke Pos Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU).

Nurleila merupakan guru di Sekolah Dasar IT Harapan Bunda mengaku terharu terhadap aksi solidaritas Palestina. Ia berharap agar Palestina bisa merdeka seperti Indonesia.

"Saya terharu aksi solidaritas Palestina ini anak-anak sangat antusias sekali. Saya berharap Palestina bisa merdeka seperti Indonesia dulu saat memperjuangkan kemerdekaan," tutur Nurleila.



[jateng.uri.co.id]

Category:

Yayasan Bakti Ibu:
Hubungi Kami : JL. Kiyai Haji Thohir Gg. Sunan Kalijaga, Semarang, Indonesia Telp : 085641023867

0 komentar