Siswa Latihan Sholat

Arka Atmaja | April 03, 2017 | 0 komentar

Shalat adalah pembeda antara muslim dan kafir, ada di posisi kedua dalam rukun Islam setelah syahadat. Jika syahadat adalah deklarasi keislaman, shalat adalah pembuktiannya.

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Rasulullah SAW mengatakan supaya kita mengajarkan anak shalat pada usia 7 tahun, dan apabila di usia 10 tahun si anak tidak mau shalat, maka kita boleh memukulnya. Tentunya kita tidak ingin sampai memukul anak kita lantaran meninggalkan shalat, karenanya sejak dini kita harus mulai mengajarkan shalat dan membiasakannya.

Pada dasarnya, sebelum usia 7 tahun pun anak sudah bisa diperkenalkan shalat. Akan tetapi, bentuknya bukanlah sebuah paksaan. Barulah ketika mencapai 7 tahun, shalat mulai diajarkan dengan menekankan kedisiplinan sebagai persiapan menuju usia baligh anak, usia-usia ketika mereka sudah dibebankan kewajiban shalat.

Usia 7 tahun yang Rasulullah SAW sebutkan itu, ternyata sama dengan usia rata-rata dan ideal anak mulai sekolah di SD. Pada usia inilah, kemampuan akal seorang anak mulai berkembang. Inilah yang mendasari SDIT Harapan Bunda mulai melatih siswa-siswinya untuk shalat.

Para siswa pada mulanya diperkenalkan dengan keutamaan shalat. Kemudian mereka diajarkan gerakan-gerakan dan bacaan shalat. Tak lupa, setelah menguasai keduanya, anak-anak pun mulai dilatih untuk shalat pada waktu-waktu tertentu, misalnya shalat Dhuhur, dengan cara berjama'ah.

Dengan bekal ini, SDIT Harapan Bunda berharap bahwa ketika usia baligh, anak-anak sudah terbiasa dan memahami pentingnya shalat bagi seorang muslim. (ff)

Category: , ,

Yayasan Bakti Ibu:
Hubungi Kami : JL. Kiyai Haji Thohir Gg. Sunan Kalijaga, Semarang, Indonesia Telp : 085641023867

0 komentar