Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT Harapan Bunda

Sabtu (08/12), SD IT Harapan Bunda. Selain Lomba Dokter Kecil tingkat Kota, siswa-siswi SD IT akan melaksanakan EBTAQ (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati). Agendanya yaitu mengikuti khataman dan doa bersama, agar Allah memberikan kemudahan dan berkah pada pelaksanaan EBTAQ pada hari Ahad besok.

Agenda EBTAQ atau Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SDIT Harbun pada hari Ahad, 09 Desember 2018, diikuti oleh 96 siswa kelas 2 hingga kelas 6 SD. Penguji siswa untuk EBTAQ ialah dari koordinator Qiroati Cabang Kota Semarang.

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroati SD IT harapan Bunda


SD IT Meraih Juara 3 Lomba Dokter Kecil Tingkat Kota Semarang

Alhamdulillah ... SD IT berhasil meraih Juara 3 Lomba Dokter Kecil Tingkat Kota Semarang.

Sabtu (08/12), SD  IT Harapan Bunda mewakili Kecamatan untuk berpartisipasi dalam Lomba Dokter Kecil. Lomba tersebut dilaksanakan di SD N Lamper Kidul 02.

Tim Lomba Dokter Kecil SDIT Harapan Bunda :
1. Muhammad Syafrie Agung Handaya
2. Dhairya Nafiis Narumi Brilliantin
3. Felia Lanibatul Azra

Alhamdulillah, Lomba Dokter Kecil Tingkat Kota Semarang mendapatkan juara 3 yang menyisihkan lebih dari 50 SD se-Kota Semarang.

Berbincang tentang Lomba Dokter kecil. Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.

Tujuan umum
Meningkatnya partisipasi siswa dalam program UKS

Tujuan Khusus
1. Agar siswa dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, di rumah, dan lingkungannya.
2. Agar siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat.

Tim Lomba Dokter Kecil SDIT Harapan Bunda

Lomba Dokter Kecil tingkat SD


Humas SDIT Harapan Bunda
Pak Syukron



Hari, tgl : Senin, 29 Oktober 2018
Tempat : Halaman utama SD IT Harapan Bunda Semarang
Waktu : Pukul 08.00 - 09.00 WIB

Pada peringatan sumpah pemuda kali ini SD IT Harapan Bunda bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menghadirkan salah seorang Syekh yang memiliki keistimewaan bersama Al Qur’an. Beliau mendapat anugrah dari Allah berupa hafalan Al-Qur’an dan merdunya suara saat melantunkan ayat-ayat suci-Nya. Beliau memiliki keterbatasan pada salah satu inderanya yaitu penglihatan, namun Allah memberikan kelebihan disisi lainnya yaitu hafalan Al-Qur’an dan suaranya yang merdu. 

Syekh Hadian Akbar, beliau memberi inspirasi kepada anak-anak SD IT Harapan Bunda tentang keistimewaan dan berkah Al-Qur’an. Sejak kecil dia menghafal Al-Qur’an dan punya mimpi ingin sekali pergi ke Baitullah. Saat ia telah menyelesaikan hafalannya di usia remaja. Tahun berikutnya diapun dipanggil Allah ke Baitullah. Saat dia ingin keliling dunia, sekali lagi Allah pun memberangkatkan dia untuk mengikuti lomba hafalan Al-Qur’an ke luar negeri. Salh satunya adalah ke Iran dan Kuwait. 

Salah satu sesi acara ada satu anak memiliki hafalan Al-Qur’an banyak diminta untuk membacakan satu halaman. Kemudian beliau mengecek dan mengoreksinya. Beliau pun memberi komentar bagus dan lanjutkan terus untuk menghafalkan Al-Qur’annya.

Pada akhir motivasinya, beliau menyampaikan agar kita selalu membaca Al-Qur’an, kemudian menghafalkannya hingga kita sangat mencintainya. Al-Qur’an bukan hanya sekedar menjadi bacaan melainkan menjadi sesuatu yang dicintai, maka Allah akan memberikan berkah melalui kecintaan kita kepada Al-Qur’an.















Penerimaan piala berprestasi peserta didik SD IT Harapan Bunda jalur non akademik


SD IT Harapan Bunda memiliki banyak potensi luar biasa. Tidak hanya di jalur akademik, melainkan juga jalur non akademik yakni bidang olahraga. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan hadiah untuk dua anak hebat dan berprestasi yang akan diserahkan langsung oleh kepala sekolah, saat pelaksanaan upacara bendera di hari senin. 

02 September 2018, ada dua anak yang meraih prestasi di jalur non akademik. Mereka adalah Tristan Anubhawa Udzaki yang meraih juara 3 dalam lomba sepak bola antar klub tingkat SD se-kota Semarang yang diselenggarakan oleh Dispora Kota Semarang. Berikutnya ada pula R. Yusuf Aqila Azhar meraih juara 3 cabang lomba sepatu roda tingkat nasional piala walikota Bekasi.

Dengan prestasi hebat ini, SD IT Harapan Bunda akan semakin bersemangat untuk lebih mengasah skill peserta didik, baik itu di jalur akademik maupun non akademik, dan tentunya dibantu oleh dukungan para wali murid. 


Penerimaan piala berprestasi peserta didik SD IT Harapan Bunda jalur non akademik


Kamis, 6 September 2018

Pelaksanaan : SD Negeri Tlogomulyo  Pedurungan, Semarang

Lomba MAPSI (Mata Pelajaran PAI dan Seni Islam) merupakan salah satu ajang lomba rutin tahunan yang dilakukan berjenjang. Mulai dari tingkat kecamatan, kota/kabupaten, dan berakhir di tingkat provinsi. SD IT Harapan Bunda berhasil meraih 13 juara dari 8 cabang lomba yang diikuti. 

Para juara III

Empat anak meraih juara 3 dari tiga cabang lomba, yaitu Rifat Ahmadinejad Sejati dari kelas 5 Umar meraih juara 3 cabang lomba Tilawah Qur’an putra, Farhan Nabil Robbani dari kelas 6 Anas meraih juara 3 cabang lomba Kewirausahaan putra, Nabila Aurelia Latifa Hafizhah dari kelas 6 Khodijah meraih juara 3 cabang lomba Kewirausaan putri, dan Nasywa Safira Idrus dari kelas 6 Khodijah juga meraih juara 3 dari cabang lomba Khot putri.

Para juara II

Empat anak juga meraih juara 2 dari empat cabang lomba, yaitu Muhammad Syafrie Agung Handaya dari kelas 6 Anas meraih juara 2 cabang lomba LCCT putra, Muhammad Yusuf Sintara dari kelas 6 Abu Bakar meraih juara 2 cabang lomba PAI & BTQ putra, Zabrina Putri Agatha dari kelas 6 Khodijah meraih juara 2 cabang lomba Karya Ilmiah putri, Farah Anisa Rahmawati dari kelas 6 Khodijah juga meraih juara 2 cabang lomba Hifdzil Qur’an putri.

Para juara I

Selanjutnya lima anak berhasil meraih juara 1 dari lima cabang lomba. Khusus untuk peraih juara 1, maka akan melanjutkan ke jenjang lomba MAPSI di tingkat Kota Semarang. Mereka adalah Raisya Nasywa Aqilq dari kelas 6 Fatimah meraih juara 1 cabang lomba LCCT putri, Callyca Najwa Sharetha Awaludin Putri juga dari kelas 6 Fatimah meraih juara 1 cabang lomba PAI & BTQ putri, Hafizh Fauzan Nandiza dari kelas 6 Abu Bakar meraih juara 1 cabang lomba Hifdzil Qur’an putra, Nisrina Najla Sholeha dari kelas 6 Khodijah meraih juara 1 cabang lomba Tilawatil Qur’an putri, dan terakhir Azwa Safrina Dewanti dari kelas 6 Khodijah meraih juara 1 cabang lomba TIKI putri. In sya Allah meraka akan melanjutkan perjuangan di tingkat Kota Semarang pada hari sabtu, tanggal 6 Oktober 2018 yang berlokasi di SD Islam Hj. Isriati Kota Semarang. (RA)

 

 

 

 

 

 


Memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober, SDIT Harapan Bunda menggelar upacara bendera. Upacara ini digelar untuk mengingkatkan para siswa tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan ideologi Pancasila.

Petugas upacara diambil dari tim khusus kelas VI, sedangkan yang bertindak sebagai pembina adalah Ibu Anjar Setyowati.

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Ibu Anjar menjelaskan latar belakang Hari Kesaktian Pancasila ini, yang diawali dengan usaha Partai Komunis Indonesia untuk mengganti ideologi bangsa Indonesia dari Pancasila menjadi komunis, pada 30 September 1965. Upaya ini dikenal dengan nama Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia, dan sering disingkat menjadi G-30-S/PKI. Namun, usaha PKI gagal karena perjuangan para pahlawan bangsa ini, sehingga keesokan harinya, 1 Oktober, diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Ibu Anjar berharap, anak-anak zaman ini belajar dari keteguhan, kegigihan, dan keyakinan para pahlawan untuk mempertahankan bangsa ini dari gerakan apapun yang dapat merusak keutuhan negara Republik Indonesia.